Mengenang Haji Lulung: Sang "Godfather" Tanah Abang yang Menaklukkan Kerasnya Jakarta
Dunia politik dan sosial Jakarta tidak akan pernah melupakan sosok H. Abraham Lunggana, S.H., atau yang lebih karib disapa Haji Lulung. Berpulang pada Desember 2021, kisah hidupnya adalah potret nyata tentang bagaimana kerasnya aspal Jakarta bisa ditaklukkan oleh keteguhan hati seorang anak yatim yang memulai segalanya dari nol.
Dari Pengais Sampah Menjadi Penguasa Tanah Abang
Lahir pada 24 Juli 1959, Lulung mewarisi darah campuran Betawi-Banten. Kehidupan pahit menghantamnya sejak dini ketika sang ayah, seorang bintara TNI, wafat pada 1975. Di usia yang masih sangat muda, Lulung harus mengais barang bekas di pasar Tanah Abang demi menyambung hidup.
Namun, Tanah Abang pulalah yang membentuk mental bajanya. Dari "bos barang bekas", ia berevolusi menjadi pengusaha besar. Melalui berbagai bendera perusahaan seperti PT Putraja Perkasa hingga PT Satu Komando Nusantara, Lulung menguasai sektor keamanan, perparkiran, hingga penagihan utang. Dalam sebuah wawancara ikonik, ia menyebut dirinya sebagai "The Godfather, yang bukan jahat", merujuk pada perannya merangkul kelompok-kelompok jalanan untuk menjaga ketertiban.
Seteru Ikonik: Rivalitas Panas dengan Ahok
Nama Haji Lulung meroket ke level nasional bukan hanya karena bisnisnya, melainkan keberaniannya bersuara di parlemen. Sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, ia menjadi rival paling vokal bagi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Rivalitas mereka menjadi bumbu paling pedas dalam politik Jakarta, mulai dari isu relokasi pedagang Tanah Abang, kasus dana UPS, hingga sumpah "potong telinga" yang viral saat Pilgub DKI 2017. Meski sering terlibat perang urat syaraf hingga tuduhan "psikopat", Lulung mengaku tidak pernah memiliki dendam pribadi. Baginya, politik adalah panggung adu argumen demi prinsip yang ia yakini.
Karier Politik: Pengabdian di Senayan dan Kesetiaan pada PPP
Karier politik Lulung adalah perjalanan panjang yang penuh liku. Sempat berpindah ke PAN dan berhasil duduk di kursi DPR RI (2019-2021), kerinduan pada "rumah lama" membawanya kembali ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada September 2021. Ia rela meletakkan jabatan menterengnya di Senayan demi memimpin PPP Jakarta, sebuah bukti loyalitas yang tinggi pada partai yang membesarkannya.
Di luar politik, Lulung adalah simbol bagi masyarakat Betawi. Sebagai Ketua Umum Bamus Betawi, ia menjadi jembatan bagi pelestarian budaya dan persatuan warga asli Jakarta.
Akhir Perjalanan Sang Tokoh Fenomenal
Perjalanan sang tokoh yang dikenal dengan gaya rambut belah tengahnya ini terhenti setelah berjuang melawan serangan jantung. Haji Lulung menghembuskan napas terakhir pada 14 Desember 2021 di RS Harapan Kita. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi warga Jakarta, terutama para pedagang di Tanah Abang yang selama ini ia lindungi.
Haji Lulung membuktikan bahwa di Jakarta, seorang anak pengais sampah bisa bertransformasi menjadi politikus yang suaranya didengar hingga istana. Ia bukan sekadar politikus; ia adalah institusi di Tanah Abang. (Wikipedia)
#HajiLulung #TanahAbang #TokohBetawi #InspirasiJakarta #PolitikIndonesia #PPP #LegendaTanahAbang